Showing posts with label Bicara dan Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bicara dan Bahasa. Show all posts

Tuesday, September 23, 2008

Speech Delay, Usia Dua Tahun Belum Juga Bicara

Seputar Indonesia, Lifestyle Kids
Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel's Wing) oleh Koran Sindo, Kamis 1 Maret 2007


Sisca, 2, belum juga bisa mengeluarkan sepatah kata. Padahal anak seusianya sudah mulai terampil berbicara. Apakah dia mengalami keterlambatan bicara?

SEORANG anak mulai memperlihatkan keterampilan bicara pada usia 1,6 tahun–2 tahun. ”Walaupun artikulasi atau pengucapan kata-katanya belum jelas,”kata psikolog anak Woro Kurnianingrum dari Angel's Wing. ”Namun ada juga anak yang baru bisa bicara ketika berusia di atas 2 tahun,” katanya. Ketika ada anak belum bisa bicara saat menginjak usia dua tahun, orangtua boleh khawatir, tapi jangan panik. Orangtua dapat mulai mencari-cari tahu apa penyebabnya?

Tapi, jangan cepat mengambil kesimpulan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Setiap anak berbeda-beda tahapan perkembangannya. Jadi, mungkin saja ada anak yang di usia dua tahun lancar bicara, tapi ada anak yang bicaranya masih belum jelas di usia yang sama. Woro mengungkapkan, dalam berbahasa ada yang dinamakan reseptif dan ekspresif.

Reseptif adalah kemampuan si anak untuk memahami apa yang diucapkan orang lain. Sementara ekspresif adalah kemampuan si anak mengekspresikan pikirannya dengan berbicara. Bagaimana mengetahui kemampuan reseptif anak? Sebagai contoh, ketika orangtua memberikan perintah kepada anaknya agar mengambilkan gelas, mampukah si anak memahami perintah tersebut? (Baca artikel Perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 0-36 bulan)


Bila ternyata anak mampu memahami, berarti kemampuan reseptif anak tidak bermasalah. Pengecekan selanjutnya adalah pada kemampuan ekspresif. Kalaupun belum baik, bisa saja memang tahapannya baru sebatas kemampuan reseptif yang baik. Sering kali orang menganggap anak terlambat bicara tanpa mengetahui faktor reseptif dan ekspresif tadi. Anak yang mengalami keterlambatan bicara biasanya memiliki kendala pada faktor reseptif.

”Kita bisa memberikan latihan- latihan dengan menstimulasi anak agar dapat memahami dan melafalkan ucapan. Misalkan, mama atau papa. Apakah dia bisa mengulanginya,” kata Woro. Kalau ternyata si anak tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali, padahal dia sudah menginjak usia dua tahun. Orangtua boleh khawatir dan mencari-cari tahu.Dengan cara mengecek kondisi fisik berkaitan dengan aspek reseptif.

Apakah ada masalah dengan pendengaran atau pita suaranya. Bila ternyata si anak bisa menirukan lafal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/, itu artinya tidak ada masalah dengan kemampuan berbicara anak. Bila berjalan hingga usia tiga tahun belum juga bisa bicara, tapi dia memahami pembicaraan orang lain, orangtua dapat berkonsultasi kepada ahlinya. Seperti ke dokter anak untuk mengetahui kondisi fisik anak atau ke psikolog untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam perkembangan psikologisnya. Bisa juga mendatangi ke pusat terapi wicara untuk melakukan stimulasi dan terapi.

Pakar perkembangan anak Dr Miriam Stoppard mengatakan, tahapan perkembangan kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi dalam dua fase, yakni usia perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa, sejak bayi usia 0–8 minggu. ”Pada masa perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya,” katanya. Tidak hanya itu, sejak lahir dia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu.

Meski masih bayi,seorang anak mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respons lewat gerak tubuh dan suara. Sejak usia dua minggu pertama, dia mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respons terhadap suara yang dikenalinya. Kemudian, tahapan selanjutnya adalah perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa.

Tidak lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat lucu dan sederhana, seperti /eh/, /ah/, /uh/, /oh/ dan tidak lama kemudian ia akan mulai mengucapkan konsonan seperti /m/, /p/, /b/, /j/ dan /k/. Pada usia 12 minggu, seorang bayi sudah mulai terlibat pada percakapan ”tunggal”dengan menyuarakan /gaga/, /ah goo/, dan pada usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara seperti tertawa atau teriakan riang, dan babbling. Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa menyuarakan /ma/, /ka/, /da/ dan sejenisnya.Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah mulai memahami apa yang orangtuanya atau orang lain katakan. (nuriwan trihendrawan).


______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).


Wednesday, September 10, 2008

Perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 0-36 bulan

Dari artikel Keri Spielvogle, M.C.D., CCC-SLP

Bayi mulai belajar bahasa sejak hari pertama dilahirkan. Walaupun bayi belum menggunakan bahasa yang berarti sampai kira-kira berusia 10-12 bulan, mereka bisa mengkomunikasikan apa yang mereka mau/perlukan dengan berbagai macam cara. Jadi sebenarnya, apa yang anak-anak sudah tahu pada usia dini? Gunakanlah informasi berikut untuk membantu Anda mengerti tahap perkembangan bicara dan bahasa anak.

Apakah semua anak-anak sama?

Sama sekali tidak! Anak-anak berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda-beda dan banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya. Karena itu, janganlah berpegang sepenuhnya dari informasi berikut untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Pakailah informasi ini hanya untuk panduan umum.


Umur dan Perkembangan Bahasa

Anak usia 1-6 bulan

Pada tahap ini, bayi berkomunikasi terutama dengan menangis dan bahasa tubuh. Mendekati usia 6 bulan, Anda bisa melihat perkembangan di permainan suara atau ocehan bayi (babbling). Bahasa penerimaan (receptive language) atau apa yang bisa dimengerti bayi, mulai berkembang pada usia ini. Perkembangan awal tentang bunyi (phoneme development) juga dimulai saat ini.

Menangis – digunakan oleh bayi untuk mengungkapkan kebutuhannya pada saat itu. Anak-anak menggunakan level ketinggian suara dan kekerasan suara yang berbeda untuk memberitahu pesan yang yang berbeda, misalnya lapar, tidak nyaman, sakit, ingin digendong, atau mengantuk.

Bahasa tubuh – merupakan bentuk komunikasi non-verbal, atau pengungkapan keinginan/kebutuhan tanpa menggunakan kata-kata. Pada saat ini, bahasa tubuh meliputi mengangkat lengan dan kaki, menolehkan kepala, tersenyum, dll.

Receptive language – dimulai dengan kemampuan mengenali suara orang, yang umumnya membuat bayi merasa nyaman. Mereka juga mulai menolehkan kepala ke arah suara-suara dan tersenyum. Seiring mereka tumbuh, mereka bisa merasakan perasaan si pembicara dari nada suara, terutama jika si pembicara sedang marah.

Phoneme development (perkembangan bunyi) – bunyi-bunyi vokal (a,i,u,e,o) adalah yang umumnya pertama digunakan anak-anak. Anda akan mulai mendengar perkembangan awal bunyi konsonan, misalnya konsonan yang dibuat di bagian belakang mulut (/k/ atau /g/). Mendekati tahap akhir periode ini, Anda bisa mengenali kombinasi konsonan dan vokal.


Anak usia 7-12 bulan

Ada sedikit perkembangan pada jangka waktu ini dan Anda bisa mulai mengenali anak meniru pola bicara Anda. Bahasa tubuh berkembang menjadi berarti dan sosial. Ocehan bayi meningkat walaupun anak masih menangis seiring dengan bahasa tubuh sebagai cara utama untuk berkomunikasi. Phoneme development berlanjut dengan penambahan lebih banyak kombinasi konsonan dan vokal, lalu awal dari bicara yang mengandung arti.

Ocehan bayi (babbling) – Ketika mendekati 12 bulan, babbling berubah menjadi kata-kata yang lebih mempunyai arti. Anak mulai menggunakan ungkapan yang mirip kata-kata untuk menamai benda. Jika kata-kata ini digunakan secara konsisten, bisa dianggap sebagai kata-kata yang mempunyai arti.

Receptive language – Anak mulai mengerti bahwa benda mempunyai nama dan akan melihat atau mengarah ke benda yang disebutkan. Walaupun receptive languange-nya meningkat, anak tetap bergantung penuh pada isyarat-isyarat non-verbal dari pembicara untuk mengerti. Mendekati 12 bulan, anak mampu mengikuti perintah-perintah sederhana dan mengenali namanya sendiri serta beberapa bagian tubuh seperti mata, hidung, mulut, dll.

Phoneme development – seiring dengan bunyi /k/ dan /g/, Anda mulai mendengar lebih banyak bunyi yang dibuat di bagian depan mulut (b, p, m, n) dikombinasi dengan bunyi vokal. Anak-anak juga bermain dengan suara, atau mengkombinasi konsonan dan vokal dengan pola mengulang.


Anak usia 13-36 bulan

Pada masa ini, perkembangan bahasa anak meningkat dengan pesat. Ocehan bayi berubah menjadi kata-kata berarti dan perkembangan bunyi berlanjut. Receptive language mereka berkembang dengan pesat sekali.

Babbling/kata-kata berarti – Di awal fase ini, anak-anak mencampur-adukkan kata-kata dengan ocehan. Mendekati akhir fase ini, kosa kata anak berkembang hingga meliputi 200 kata. Anak-anak juga mampu menamai benda-benda umum dan menggabungkan 2-3 kata menjadi suatu kalimat.

Receptive language – di awal tahap ini, anak bisa mengerti dan menunjuk benda-benda umum jika disuruh. Kemampuan ini meningkat meliputi benda-benda yang sedang tidak dilihat oleh anak. Menuju bulan ke-36, anak bisa mengikuti perintah 2 tahap. Kemampuan ini meningkat cepat, diiringi perkembangan bahasa ekspresif (mengungkapkan) yang lebih lambat sampai kira-kira usia 3-4 tahun.

Phoneme development – seperti receptive language, phoneme development meningkat cepat di fase ini. Anda mulai mendengar bunyi “n,t,d,h,k, dan g”. Pola bicara bisa meliputi penggunaan konsonan /r/ digantikan dengan /w/. Ini adalah normal dan terjadi karena anak belum mengembangkan konsonan /r/.


Seperti dikatakan di atas, gunakanlah informasi ini hanya untuk panduan umum. Konsultasikan dengan terapis wicara, guru, atau dokter jika Anda melihat perkembangan bicara dan bahasa anak terlambat. Tetap harus diingat setiap anak tumbuh dengan laju perkembangan yang berbeda. Tetaplah menikmati waktu yang menyenangkan bersama anak Anda.


______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).


Thursday, September 4, 2008

Kehilangan pendengaran pada anak-anak

Hilangnya pendengaran bukan hanya masalah pada orang berusia tua. Banyak anak-anak menderita kehilangan pendengaran. Penyebabnya bervariasi mulai dari genetik, infeksi, penyakit, faktor obat-obatan/lingkungan atau cedera. Anak-anak juga mungkin terlahir dengan kehilangan pendengaran (congenital) atau mengalaminya pada saat bayi atau anak-anak. Seorang audiologis (spesialis pendengaran) atau seorang dokter THT bisa membantu menentukan tingkat keparahan dari kehilangan pendengaran pada seorang anak dan perawatan yang sesuai dan bermanfaat bagi anak.

Kehilangan pendengaran berakibat langsung pada kemampuan anak untuk berkomunikasi. Anak-anak mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa dengan mendengar dan meniru suara dari lingkungan mereka. Karena itu, anak yang tidak bisa mendengar semua bunyi di lingkungan mereka mengalami kesulitan untuk mengerti, berkomunikasi, dan belajar tentang dunia di sekitar mereka.


Bagaimana kita mendengar?

Gelombang suara merambat dari sumber bunyi menuju bagian luar telinga. Udara ini terus menerobos melalui kanal telinga menuju gendang telinga dan menyebabkannya bergetar. Getaran dari gendang telinga menyebabkan tulang-tulang di bagian tengah telinga bergerak naik turun. Gerakan ini menyebabkan terjadi gelombang pada cairan di dalam telinga (cochlea). Sel-sel rambut halus melengkung di dalam cochlea ini dan menstimulasi saraf pendengaran yang mentransmisikan informasi ini ke otak. Terputusnya jalur pada sistem ini akan menyebabkan kehilangan pendengaran.


Tipe Kehilangan Pendengaran (Hearing Loss)

Ketika seorang anak menerima diagnosa kehilangan pendengaran, audiologist akan menentukan tipe dan tingkat keparahannya. Kehilangan pendengaran bisa jadi konduktif, sensorineural, atau campuran. Tingkat keparahan mulai dari ringan ke berat.

Conductive hearing loss terjadi ketika sinyal bunyi terputus di bagian luar atau tengah telinga. Ini bisa jadi karena kondisi sementara seperti cairan memenuhi bagian tengah telinga, infeksi telinga, atau kotoran telinga menumpuk di kanal telinga, sehingga suara dari luar tidak sampai ke dalam. Sebagian anak mempunyai formasi yang tidak biasa pada telinga atau kanal yang menyebabkan sinyal suara terputus. Umumnya obat-obatan atau pembedahan digunakan untuk membantu dan merawat conductive hearing loss.

Sensorineural hearing loss terjadi karena kerusakan atau formasi yang tidak wajar pada telinga bagian dalam atau cochlea. Tipe ini biasanya permanen dan tidak bisa dibantu dengan obat atau operasi. Anak-anak yang mengalami tipe ini bisa memanfaatkan sistem untuk memperkuat bunyi seperti alat bantu dengar atau penanaman cochlear buatan yang bisa memperkuat sinyal bunyi atau menjembatani telinga dalam yang rusak.

Mixed hearing loss merupakan kombinasi dari tipe konduktif dan sensorineural.


Tingkat keparahan

Untuk menentukan keparahan dari hilangnya pendengaran, audiologis mengukur pendeteksian anak terhadap suara pada berbagai tingkat frekuensi (500Hz, 1000Hz, dst..) dan kekerasan/intensitas bunyi (diukur dalam decibel, misal 25dB). Audiologis akan membuat grafik (audiogram) yang menunjukkan keparahan dan bentuk dari kehilangan pendengaran anak, tingkat kekerasan suara pada tiap frekuensi yang perlu didengar oleh anak.

Ringan (mild) – anak mengalami kesulitan mendengar suara lembut atau bunyi percakapan dalam suasana bising, misalnya di restorant, di mall.
Sedang (moderate) – anak mengalami kesulitan mendengar percakapan normal
Parah (severe) – anak sulit mendengar suara yang keras dan bunyi lingkungan, misalnya vacuum cleaner
Sangat parah (profound) – anak tidak bisa mendengar suara keras dan bunyi lingkungan yang lebih keras, misalnya anjing menggonggong, pemotong rumput, tanpa dibantu alat penguat bunyi.


Membaca audiogram

Setelah menguji pendengaran anak, audiologis membuat grafik frekuensi dan intensitas suara yang dapat didengar anak, disebut juga audiogram. Garis-garis pada grafik tersebut menghasilkan suatu ‘bentuk’ dari kehilangan pendengaran.

Bentuk rata : menunjukkan anak mendengar dengan intensitas yang kira-kira sama pada semua frekuensi
Bentuk melengkung : menunjukkan anak membutuhkan intensitas lebih (kekerasan bunyi) ketika bunyi berpindah ke frekuensi yang berbeda. Contoh, anak bisa saja menunjukkan kehilangan pendengaran ringan pada frekuensi rendah, lalu ke tingkat parah pada frekuensi tinggi.
Bentuk “cookie bite” (gigitan kue) : menunjukkan kehilangan pendengaran yang lebih ringan pada frekuensi rendah dan tinggi, dengan tingkat ketulian yang lebih nyata di frekuensi menengah (di antara rendah & tinggi tersebut)


Perawatan/penanganan kehilangan pendengaran

Apapun tipe dan keparahannya, ahli profesional seperti audiologis atau dokter THT bisa membantu merawat anak yang menderita kehilangan pendengaran. Sistem penguat sinyal bunyi seperti alat bantu dengar atau pemasangan cochlear implants, serta pengobatan dan operasi bisa membantu meningkatkan kemampuan mendengar anak. Mendengar berhubungan langsung dengan bahasa, bicara, membaca, dan menulis, jadi intervensi sedini mungkin sangat penting.


Terapi wicara

Penanganan bantuan yang merupakan rehabilitasi setelah pemakaian alat bantu dengar dan treatment lainnya adalah terapi wicara. Karena pendengaran merupakan integrasi kesatuan dengan proses pembelajaran bicara dan bahasa, hambatan bicara sering dihubungkan dengan cacat pendengaran ini. Kesulitan artikulasi, terutama yang menyangkut suara-suara dengan frekuensi tinggi (“s”, “z”, “j”, “sh”, dah “ch”) sangat umum. Kesalahan menggunakan bunyi yang tepat juga sangat umum. Bisa terjadi perbedaan yang mencolok pada kualitas suara, yang terjadi karena anak mengalami kesulitan mengamati kualitas suaranya sendiri.

Bahasa pada anak dengan cacat pendengaran mungkin akan terlambat pada usia dini. Dengan identifikasi dan intervensi dini, bahasa bisa berkembang dengan cukup pada saat anak masuk sekolah.

Seorang terapis wicara mampu membantu bicara dan bahasa pada anak dengan cacat pendengaran. Banyak terapis wicara terlatih untuk membaca gerak bibir, bahasa tangan, dan menguji pendengaran. Terapi wicara bagi anak-anak dengan alat bantu dengar disebut Aural Habilitation dan/atau Auditory Verbal Training. Kunci keberhasilan di sini adalah kombinasi pemakaian alat bantu dengar dengan pelatihan intensif dalam komunikasi.


Sumber
Artikel Susie Loraine, M.A., CCC-SLP
Artikel Robyn Merkel-Piccini, M.A., CCC-SLP
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, NIDCD, from the National
Institute of Health, http://www.nidcd.nih.gov/health/statistics/hearing.asp retrieved February 22, 2007.




______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).

Friday, July 25, 2008

Penyebab dan penyembuhan gagap pada anak-anak

Bagaimana saya tahu jika anak saya gagap?

Pada anak-anak adalah hal yang biasa jika bicara tidak lancar (ada jeda, mengulang-ulang, penambahan kata, atau perpanjangan suatu kata/bunyi/frase). Sebenarnya, sekitar 5% anak mengalami kegagapan pada saat tertentu masa perkembangannya, biasanya saat usia pra sekolah (sebelum sekolah). Adalah normal juga bagi anak jika ia maju mundur di antara waktu bicara lancar dan tidak lancar. Kadang-kadang, hal ini bisa terjadi oleh sebab yang tidak pasti, namun sering ini terjadi ketika anak terlalu gembira, capek, atau terburu-buru bicara.

Jumlah ketidaklancaran yang terjadi saat anak bicara adalah bukanlah merupakan faktor penting dalam memutuskan apakah anak gagap. Secara umum, tergagap pada 10 buah kata dari 100 kata mungkin mengindikasikan anak mengalami kesulitan. Namun banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan, sehingga hanya terapis wicara terlatih yang dapat mendiagnosa dan membantu masalah gagap ini.


Apa penyebab bicara gagap?

Masih banyak yang belum diketahui dari masalah ini, tapi para ahli setuju penyebabnya bisa merupakan kombinasi berbagai faktor.

Pertama, genetika dipercaya mempunyai peranan karena gagap cenderung menurun dalam keluarga. Kebanyakan anak yang gagap mempunyai anggota keluarga yang juga gagap atau gagap sewaktu kecil.

Kedua, faktor perkembangan juga memberi kontribusi. Selama masa pra sekolah, fisik, kognitif, sosial/emosional, dan kemampuan bicara-bahasa anak berkembangan dengan sangat pesat. Perkembangan yang pesat ini bisa menimbulkan kegagapan pada anak yang terpengaruh oleh hal ini. Karena itulah biasanya gagap terjadi pada usia pra sekolah.

Ketiga, faktor lingkungan bisa mempengaruhi. Contohnya perilaku dan harapan orang tua, lingkungan bicara dan bahasa anak, dan kejadian-kejadian yang menegangkan. Ini tidak berarti orang tua melakukan sesuatu yang salah. Sering kali faktor-faktor ini tidak mempengaruhi anak yang memang tidak gagap, tapi bisa menimbulkan kegagapan pada anak yang memang mempunyai kecenderungan untuk itu.

Terakhir, rasa takut anak dan kekuatiran akan gagap bisa menyebabkan hal ini berlanjut dan bahkan memburuk.


Bagaimana memperlakukan dan membantu masalah gagap pada anak?

Sistem yang banyak dipakai terapis wicara untuk anak kecil yang gagap adalah program pelancaran bicara (fluency-shaping program). Dalam program ini, fokusnya adalah meningkatkan produksi kata-kata lancar pada anak. Ini dilakukan dengan membuat anak bicara satu suku kata atau kata dengan lambat dan rileks. Jumlah kata-kata ini kemudian pelan-pelan ditingkatkan sampai anak bisa bicara satu kalimat. Proses ini bisa berlangsung mulai dari beberapa minggu hingga 6 bulan atau lebih. Adalah lebih baik jika orang tua bisa mengikuti sesi terapi sehingga mereka bisa belajar menggunakan pendekatan yang sama di rumah.


Apa yang bisa dilakukan di rumah?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan (dan tidak dilakukan) untuk membantu anak Anda, di antaranya :

  • Yang paling penting adalah Anda juga memperlambat kata-kata Anda ketika sedang berbicara dengan anak. Bicaralah dengan sederhana, kalimat yang pendek, sedikit jeda sebelum merespon anak.
  • Gunakanlah waktu beberapa menit setiap hari untuk berbicara dengan anak dalam keadaan santai dan suasana rileks.
  • Sementara Anda bicara, pastikan Anda mendengar apa yang dikatakan oleh anak tanpa menginterupsi atau menyelesaikan kalimat untuknya. Adalah sangat penting anak tahu bahwa Anda mengerti apa yang dikatakannya.
  • Cobalah untuk memperlambat pola hidup dalam rumah, untuk meminimalkan tingkat keterburu-buruan.
  • Ketika anak menemui kesulitan bicara, Anda boleh berkata padanya “Kamu kesulitan mengeja kata itu ya..”. Tapi jangan dikoreksi terlalu sering karena anak malahan akan mempunyai kesadaran (conscious) akan hal ini (gagap) dan bisa memperburuk.
  • Anak bisa merasa lebih nyaman mengenai pembicaraannya jika Anda kadang-kadang menyisipkan sedikit ketidaklancaran pada kata-kata Anda sendiri.
  • Hindari menanyakan anak Anda dan jangan pernah memaksa anak bicara di depan orang lain jika anak tidak mau.
  • Penting juga untuk memberi tahu semua orang yang mempunyai kontak dengan anak mengenai berbicara lambat dan santai ketika berbicara dengannya. Orang-orang ini bisa jadi semua anggota keluarga, guru, dll.

Akankah anak saya bisa sembuh gagap?

Sekitar 80% anak yang gagap akhirnya berhenti, bahkan tanpa perawatan khusus. Dengan terapi, 97% dari seluruh anak yang gagap sembuh, jadi perawatan ini sangat efektif pada anak-anak. Tanyalah kepada terapis wicara yang berpengalaman dalam masalah gagap untuk mengevaluasi anak dan memberi opini apakah sang anak membutuhkan terapi atau tidak.


______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).


Tuesday, July 22, 2008

Apraxia: Apa, Siapa, dan Mengapa?


Apa itu Apraxia?
Apraxia atau dyspraxia adalah suatu kelainan bicara yang disebabkan kelainan motorik (otot gerak), yang menghambat kemampuan seseorang untuk menggerakkan lidah dan bibir secara benar untuk bicara. Apraxia juga bisa mempengaruhi proses mengunyah dan menelan. “Apraxic Speech” atau kata-kata apraxia mempunyai banyak kesalahan bunyi, dan bisa terdengar menarik panjang dan/atau tidak rata, melonjak-lonjak. Apraxia juga berpengaruh terhadap kosa kata atau susunan kata.

Siapa yang mengalami Apraxia?
Siapa pun bisa mengalami apraxia, laki-laki atau perempuan pada usia mana pun. Anak-anak yang terlahir dengan kelainan ini juga sering disebut mengalami dyspraxia, di mana masalah-masalah lain yang kemudian hari timbul dikenal dengan apraxia.

Mengapa orang mengalami Apraxia?
Penyebab pasti dyspraxia atau apraxia pada anak-anak masih belum diketahui, dan banyak dilakukan penyelidikan untuk itu. Belakangan ini, ada banyak kasus yang didokumentasikan mengenai apraxia pada anak-anak, terutama pada kalangan cacat saraf.

Penyebab paling umum dari Apraxia pada orang dewasa adalah stroke (Cerebral Vascular Accident). Suatu area pada otak yang disebut “Area Broca” mengendalikan beberapa pengaturan pada proses bicara. Area ini juga berhubungan dengan kelainan bicara motorik lainnya.

Apa yang bisa dilakukan terhadap Apraxia?
Terapi wicara bisa menolong orang-orang yang mengalami apraxia, pada usia berapa pun. Terapi ini unuk memperbaiki daerah pergerakan pada bibir dan lidah, memperbaiki peletakan bibir dan lidah untuk bicara, memperbaiki kekuatan bibir dan lidah, serta memperbaiki koordinasi yang dibutuhkan untuk bicara.

Ada banyak video dan program tersedia di pasaran, tapi ada beberapa teknik terapi yang populer diterapkan, di antaranya : penggunaan cermin, meniup gelembung udara, menghisap, latihan-latihan lidah dan bibir, terapi menelan, dan latihan penempatan lidah dan bibir untuk berbagai jenis bunyi.

Ketika seorang anak atau orang dewasa mengalami kelainan artikulasi (pengucapan bunyi), seorang terapis wicara harus selalu melakukan uji alat pada mulut (Oral Peripheral examination). Pengujian ini adalah untuk mengukur kekuatan, pergerakan, dan struktur dari seluruh sistem bicara. Tes meliputi pengeceken kerataan gigi, menganalisa langit-langit keras untuk melihat simetris atau tidak, mengecek berbagai pergerakan bibir dan lidah, menguji uvula (benda bulat kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), dan mengecek koordinasi lidah dan bibir pada waktu digerakkan dengan cepat dan berubah-ubah.


______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).


Sunday, July 20, 2008

Artikulasi/pengucapan kata

Kapan saya tahu anak saya mungkin mengalami keterlambatan bicara?
Diterjemahkan dari artikel Katharine F.Bedsole, M.S., CCC-SLP

Mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa adalah hal yang sulit. Adalah biasa bagi anak-anak ketika mereka membuat kesalahan dalam proses belajar bicara. Kebanyakan anak pada akhirnya menghilangkan kesalahan-kesalahan bicara tersebut dan mengembangkan pola bicara yang normal. Beberapa anak tetap melanjutkan membuat kesalahan bicara melampaui usia di mana anak lain sudah menguasai bunyi-bunyi tersebut.

Sudah saatnya untuk diperhatikan jika Anda melihat satu atau lebih situasi berikut :
1. Anggota keluarga lain atau teman-teman Anda menemui kesulitan memahami bicara anak
2. Anak merasa frustasi karena Anda tidak mengerti apa yang dikatakannya
3. Anak tidak menunjukkan tanda-tanda frustasi ketika mencoba berkomunikasi, tetapi Anda tidak mengerti apa yang dikatakannya

Pada saat ini sebaiknya Anda menemui ahli profesional (psikolog anak atau terapis wicara). Tanyakan langsung tentang perkembangan bicara anak kepada terapis wicara. Terapis wicara bisa melakukan tes standard untuk membandingkan kemampuan anak dibanding anak lain seusianya. Hasil dari tes ini, selain sebagai tambahan informasi, bisa menentukan apakah anak Anda membutuhkan terapi wicara.

Tabel di bawah ini bisa memberi panduan umum mengenai penguasaan bunyi. Panduan ini menunjukkan tahap-tahap yang berbeda pada perkembangan bicara anak.

90% anak-anak sudah menguasai bunyi-bunyi berikut... pada usia :
p, d, m, w, h, n ------ 2 tahun
t, b, k, g ------ 3 tahun
f, v, y ------ 4-5 tahun
s, z, j, l, r, sh, ch, th, campuran ------ 5–7 tahun

Referensi
Mawhinney, Linda and McTeague, Mary Scott. (2004) Early Language Development. Greenville: Super Duper Publications.


______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).



Saturday, July 5, 2008

Anak dengan dua bahasa (bilingual)

Di Indonesia, jumlah anak-anak yang berkomunikasi dengan dua bahasa sekarang meningkat banyak, terutama di Jakarta di mana sekolah-sekolah internasional lebih mengutamakan bahasa asing (bahasa Inggris atau Mandarin) untuk digunakan di lingkungan sekolah. Beberapa tips berikut bisa membantu dalam mengajar anak bilingual.

Yang perlu diketahui :
  • Anak-anak yang mempelajari dua atau lebih bahasa kemungkinan memerlukan waktu lebih lama untuk mulai bisa bicara dan mengembangkan kemampuan bahasa yang menyeluruh. Tapi hasil akhirnya adalah mereka mengerti kebudayaannya sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, rasa komunikasi yang lebih besar, dan bisa jadi mempunyai kemampuan berpikir yang lebih kompleks (Rosenberg, 2002)
  • Lebih awal anak belajar kedua bahasa, lebih mudah baginya untuk mempelajari masing-masing bahasa dan mendapatkan aksen yang alami. Semakin besar usia anak, semakin sulit baginya untuk menguasai bahasa tersebut dengan lancar.
  • Dari pada tiba-tiba mengajarkan dan berusaha membuat anak berbicara bahasa lain, lebih baik pelan-pelan memperkenalkan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan mencampurkannya dalam aktivitas harian.

Tips :

Ada banyak cara untuk membuat anak mengenal dua atau lebih bahasa. Pilihlah metode yang sesuai dengan gaya hidup anak dan lihat bagaimana dia merespon.
  • Lingkungan : Gunaka bahasa Indonesia di rumah dan bahasa Inggris/Mandarin di sekolah
  • Pembicara : Ibu bisa berbicara bahasa Indonesia sedangkan Ayah berbicara bahasa Inggris/Mandarin kepada anak
  • Hari: Gunakan bahasa Inggris pada hari senin, bahasa Indonesia pada hari Selasa, dan seterusnya.
  • Jam: Anak mendengar dan berbicara bahasa Indonesia pada pagi hari dan berbicara bahasa Inggris di malam hari.
  • Aktivitas bersama : Gunakan bahasa Inggris di rumah dan sekolah, sedangkan bahasa Indonesia untuk kegiatan sosial yang lain misalnya ke lingkungan/kelompok agama atau saat mengunjungi saudara lain.

Hal lain yang perlu diingat :
  • Konsisten : gunakan satu bahasa pada satu waktu daripada menggunakan dua atau lebih bahasa pada satu kalimat/percakapan yang sama. Pada usia anak-anak mungkin tidak masalah untuk mencampur-adukkan bahasa selama proses belajar. Tetapi orang dewasa harus memberi contoh tiap bahasa secara terpisah untuk membantu anak membedakan antara masing-masing bahasa
  • Beri banyak kesempatan pada anak untuk menggunakan bahasa tersebut. Semakin sering digunakan, semakin lancar dia menggunakan dan mengerti bahasa tersebut. Misalnya, jika anak lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Mandarin, bisa dipastikan anak akan lebih lancar berbicara bahasa Inggris. Jadi buatlah keseimbangan antar kedua bahasa.
  • Pelan/lambat. Cobalah untuk tidak berbicara terlalu cepat. Ini tidak hanya berlaku untuk orang tua. Anak akan lebih mudah mendapat kosa kata dari apa yang mereka dengar jika Anda berbicara lebih lambat.
  • Buatlah sesederhana mungkin. Gunakan bahasa yang anak dapat mengerti. Jika anak menggunakan 1-2 suku kata pada saat yang bersamaan (misalnya “kue!”), cobalah memberi contoh dengan 2-3 kalimat (misalnya “Mau kue?” atau “Ambil kuenya”). Selain itu, contoh kalimat akan berguna untuk aktivitas sehari-harinya.
  • Waktu bercerita. Bacakan buku dengan masing-masing bahasa untuk membantu anak mengembangkan kemampuan membaca sambil menambah kosa kata, membangun kalimat, mengerti pengucapan kata, dan belajar tentang kebudayaan yang berhubungan dengan cerita.

Evaluasi dua bahasa/bilingual :

Berikut ada beberapa panduan untuk terapis wicara, tentunya disesuaikan dengan masing-masing anak. Terapis wicara bisa menyesuaikan program terapi yang spesifik untuk memenuhi kebutuhan anak setelah melalui proses evaluasi/screening awal.
  • Keterlambatan bicara hanya pada satu bahasa. Pada kasus ini, anak lebih banyak berada pada lingkungan bahasa tertentu dibanding bahasa satunya, sehingga lebih lancar. Anak seperti ini tidak membutuhkan pelayanan terapi wicara khusus, tetapi membutuhkan lingkungan di mana anak bisa mendengar dan mempraktekkan bahasa kedua lebih banyak/sering.
  • Sedikit keterlambatan bicara pada kedua bahasa. Jika keterlambatan ini berpusat pada kosa kata, anak juga mungkin tidak memerlukan terapi wicara khusus. Dengan kata lain, terapis bisa mengasumsikan bahwa keterlambatan ini adalah yang biasa terjadi pada orang yang baru mempelajari bahasa asing.
  • Keterlambatan yang sangat jelas pada kedua bahasa. Kasus seperti ini membutuhkan intervensi. Anak kemungkinan mengalami Disfungsi bahasa (language disorder) jika dia mengalami kesulitan mempelajari masing-masing bahasa (bukan hanya bahasa kedua)

Masih penasaran?

Jika orang tua merasa kuatir akan perkembangan bicara dan bahasa anak, jangan ragu untuk menghubungi seorang Terapis Wicara. Layanan terapi wicara bisa ditemukan di klinik-klinik terapi dan tumbuh kembang. Seorang terapis wicara bisa menentukan apakah benar/tidak terjadi keterlambatan bahasa. Jika mau, walaupun tidak terlalu perlu, carilah terapis wicara bilingual (dua bahasa). Selama terapis wicara monolingual (satu bahasa) bekerja bersama seorang penerjemah (jika anak berbicara dalam bahasa yang tidak dikuasai terapis), terapis tetap bisa menangkap gambaran yang akurat tentang kemampuan anak tersebut dalam kedua bahasa. Penerjemah sendiri harus familiar dengan bahasa/dialek yang biasa dipakai dalam

keluarga, kalau tidak hasil test mungkin bisa menyesatkan.

Keluarga harus membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang benar tentang apakah perlu mengajarkan anak-anak mereka dalam dua bahasa. Mengerti kelebihan dan manfaat mempelajari banyak bahasa mungkin bisa membantu membentuk masa depan anak-anak kita.

Referensi :
Roseberry-McKibbin, C., (1994). Assessment and Intervention for Children With Limited English Proficiency and Language Disorders: American Journal of Speech-Language Pathology, v. 8, p. 77-88.

De Houwer, A., (May 2002). Two or More Languages in Early Childhood: Some General Points and Practical Recommendations
http://www.cal.org/ericcll/digest/earlychild.html

Rosenberg, M., (May 2002). Raising Bilingual Children,
http://www.aitech.ac.jp/~iteslj/Articles/Rosenberg-Bilingual.html



______________________________________________________
Website : www.angelswing.or.id Telp. 021-54350166, 0818-08642642.
Angel's Wing melayani
Terapi Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).